Pengertian Ikatan Kimia

apipah~09/02/2018 /Kimia

Ikatan kimia yaitu suatu mekanisme fisika yang berperan dalam hubungan gaya saling tarik menarik antara dua molekul atau atom yang mengakibatkan sebuah senyawa poliatomik atau diatomik jadi seimbang atau stabil. Uraian berakaitan dengan gaya tarik menarik tersebut memanglah sulit serta tergantung kepada teori kuantum atau uraian kualitatif yang cenderung kurang kaku dalam memberikan penjelasan tentang ikatan kimia. Pada umumnya ikatan kimia yang kuat disatukan dengan pemindahan elektron antara kedua atom yang berperan. Ikatan kimia memelihara molekul, gas serta kristal diatomik supaya tidak berpencar atau tetap bersama. Disamping itu juga struktur suatu zat dapat ditentukan strukturnya.

Kemampuan ikatan kimia sangat berbeda dan bervariasi. Biasanya ikatan ion serta ikatan kovalen merupakan ikatan kuat, sementara ikatan van der Waals serta ikatan hidrogen merupakan ikatan yang lemah. Sesuatu yang harus menjadi perhatian yaitu ikatan lemah yang terkuat bisa menjadi bertambah kuat daripada ikatan kuat yang terlemah.

Elektron yang mengitari inti atom mengandung muatan negatif serta proton yang terkandung pada inti atom mengandung muatuan positif, dengan mempertimbangkan bahwa muatan yang saling berlawanan akan menjadi tarik menarik maka dari itu atom yang jaraknya dekat dengan yang lain akan menjadi ikatan.

Pada deskripsi yang sangat biasa dari ikatan kovalen atau non-polar, satu elektron atau bahkan lebih, biasanya memiliki pasangan, dibawa mengarah kesuatu area diantara kedua inti atom. Gaya tersebut dapat menghalau gaya saling tolak diantara kedua atom yang bermuatan positif, dengan demikian pertunjukkan tersebut memelihara kedua atom supaya tetap bersamaan, meskipun dua-duanya akan masih tetap bergetar pada kondisi kesetimbangan. Singkatnya, ikatan kovalen mengikutsertakan elektron yang dikongsi serta dua atau lebih atom yang mengandung muatan positif dengan bersama-sama menarik semua elektron yang mengandung muatan negatif yang dikongsi.

Dalam gambaran ikatan ion yang disederhanakan, inti atom yang bermuatan positif secara dominan melebihi muatan positif inti atom lainnya, sehingga secara efektif menyebabkan satu atom mentransfer elektronnya ke atom yang lain. Hal ini menyebabkan satu atom bermuatan positif dan yang lainnya bermuatan negatif secara keseluruhan. Ikatan ini dihasilkan dari atraksi elektrostatik di antara atom-atom dan atom-atom tersebut menjadi ion-ion yang bermuatan.

Semua bentuk ikatan dapat dijelaskan dengan teori kuantum, namun dalam praktiknya, kaidah-kaidah yang disederhanakan mengizinkan para kimiawan untuk memprediksikan kekuatan, arah, dan polaritas sebuah ikatan. Kaidah oktet (Bahasa Inggris: octet rule) dan teori VSEPR adalah dua contoh kaidah yang disederhanakan tersebut. Ada pula teori-teori yang lebih canggih, yaitu teori ikatan valens yang meliputi hibridisasi orbital dan resonans, dan metode orbital molekul kombinasi linear orbital atom (Bahasa Inggris: Linear combination of atomic orbitals molecular orbital method) yang meliputi teori medan ligan. Elektrostatika digunakan untuk menjelaskan polaritas ikatan dan efek-efeknya terhadap zat-zat kimia.

Loading...
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *