Abu Bakar ash Shiddiq Dipuji Kawan Maupun Lawan

Banyak sekali pujian yang diberikan kepada khalifah Abu Bakar, baik kawan maupun lawan memuji kesetiaannya kepada agama islam, demikian pula kesederhanaannya, kejujurannya, dan karakternya.

Khalifah Abu Bakar terkenal akan kesederhanaan, kealiman, dan keadilannya. Ketika Abu Bakar masuk islam, ia memiliki 40.000 dirham, jumlah yang sangat besar pada saat itu. Akan tetapi, semua uang tersebut, termasuk uang yang diperolehnya dari perdagangan, ia habiskan untuk memajukan agama islam. Dan ketika wafat, ia tidak memiliki apa-apa kecuali uang satu dinar.

Abu Bakar biasa berjalan kaki ke rumahnya di Sunh, di pinggir kota Madinah. Ia jarang sekali menunggangi kudanya. Ia datang ke Madinah untuk memimpin sembahyang berjamaah dan kembali ke Sunh sore hari.

Setiap hari Abu Bakar membeli dan menjual domba, serta mempunyai sedikit gembalaan yang sesekali ia menggembalanya sendiri. Sebelum menjadi khalifah, ia telah terbiasa memerah susu domba milik kabilahnya. Sehingga ketika menjadi khalifah, seorang budak anak perempuan menyesalkan dombanya tidak ada yang memerah lagi. Abu Bakar kemudian meyakinkan anak perempuan itu bahwa ia akan tetap memerah susu dombanya.

Sebelum wafat, ia memerintahkan menjual sebidang tanah miliknya dan hasil penjualannya dikembalikan kepada masyarakat muslim sejumlah uang yang telah ia ambil dari masyarakat sebagai honor.

Abu Bakar meninggal pada 23 agustus 634 masehi dalam usia 63 tahun, sehingga masa kekhalifahannya berlangsung selama dua tahun tiga bulan sebelas hari. Jenazahnya dimakamkan di samping makam Rasulullah saw.