Cara Reproduksi Porifera

Porifera

Porifera (Latin:”berpori”) atau Spons adalah organisme multiseluler, yang mempunyai banyak pori sehingga air dapat melewatinya. Tubuh mereka terdiri dari mesohil yang diapit dua lapisan tipis sel. Spons memiliki sel yang tak terspesialisasi (tidak memiliki tugas khusus) dan dapat berubah menjadi tipe sel lain serta dapat berpindah antara lapisan sel utama dan mesohil. Spons tidak memiliki sistem saraf, pencernaan maupun sistem peredaran darah. Sebaliknya, sebagian besar mengandalkan aliran air melalui pori-pori tubuh mereka untuk mendapatkan makanan dan oksigen dan untuk membuang limbah.

Reproduksi Porifera

Aseksual

Spons yang bereproduksi secara aseksual menggunakan tiga cara, yaitu: Tunas, Gemula, dan fragmentasi. Gelombang air dapat mematahkan tubuh spons dan mengirimnya ke tempat lain, bagian tubuh yang terpotong ini dapat tumbuh lagi jika memiliki sel kolensit untuk memproduksi mesohil dan amebosit untuk menghasilkan sel lainnya ini merupakan cara fragmentasi.

Tunas adalah sel-sel amebosit yang melepas dari tubuh induk dan membentuk spons baru.

Gemula bisa disebut “tunas penyelamat” dan digunakan kebanyakan spesies air tawar dan sedikit spesies air laut, gemmula diproduksi besar-besaran ketika spons akan mati. Gemula terdiri dari cangkang spongin yang diperkuat spikula, juga ada kumpulan amebosit serta cadangan makanan.

Gemula kemudian “tidur”, dalam fase ini gemula dapat selamat dari lingkungan yang ekstrem, seperti suhu yang sangat dingin, kekeringan, kekurangan oksigen atau kadar garam yang meningkat. Ketika keadaan normal dan gemmula menemukan tempat menempel, gemmula “berkecambah” dan amebosit berubah menjadi pinakosit (lapisan terluar) dan cangkangnya meletus, sel amebosit yang tersisa berubah menjadi sel-sel lain dan terbentuklah spons baru, gemula dari spesies yang sama walaupun dari individu yang berbeda dapat bergabung menjadi satu.

Gemula biasanya dibentuk saat musim gugur atau kemarau, dan tumbuh saat musim dingin atau musim hujan. Ada juga gemula yang menetap di tubuh induknya sehingga sulit ditentukan apakah spons itu hidup kembali, atau “ditumbuhi” gemulanya sendiri.

Seksual

Kebanyakan Porifera adalah hewan hermafrodit (punya 2 kelamin dalam satu individu), tetapi sel telur dan sel sperma dihasilkan pada waktu yang berbeda. Spons tidak punya gonad (organ reproduksi), tetapi spons dapat menghasilkan sperma lewat koanosit, sedangkan sel telur dihasilkan oleh amebosit, spons mengeluarkan sel sperma ke air dan bertemu sel telur (ada yang dilepas ke air dan ada yang tetap di tubuh “ibu”). Telur yang berfertilisasi berenang mencari tempat untuk menempel, dan tumbuh menjadi individu baru.