Deret Homolog Pada Senyawa Hidrokarbon Alkana

Seperti yang telah kita ketahui bersama, segala hal di dunia ini tersusun atas beribu-beribu atom. Atom merupakan partikel terkecil dari suatu unsur. Diantara banyaknya atom yang terdapat di muka bumi ini, terdapat suatu atom yang memiliki keistimewaan dibandingkan dengan atom-atom yang lainnya.

Atom tersebut adalah atom karbon yang biasanya dilambangkan dengan huruf C. Beberapa diantara keistimewaan itu adalah atom karbon memiliki kemampuan untuk membentuk rantai yang panjang dan juga memiliki kemampuan untuk membentuk ikatan antar karbon.

Ikatan tersebut berupa ikatan tunggal, ikatan rangkap dua, dan ikatan rangkap tiga. Atom karbon dengan atom hidrogen akan bersenyawa menghasilkan senyawa hidrokarbon. Jadi, hidrokarbon merupakan senyawa yang terdiri atas dua atom, yakni karbon dan hidrogen.

Secara umum, hidrokarbon dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan senyawa. Ketiga golongan senyawa tersebut dibedakan berdasarkan ikatannya. Misalnya, Alkana merupakan senyawa yang memiliki ikatan tunggal.

Lalu ada Alkena yang memiliki ikatan rangkap dua, dan Alkuna yang memiliki ikatan berupa rangkap tiga. Karena hanya memiliki ikatan tunggal, alkana merupakan ikatan yang paling dasar. Jika didefinisikan, Alkana merupakan hidrokarbon dengan rantai terbuka yang hanya memiliki satu ikatan. Nama lainnya adalah hidrokarbon alfatik jenuh.

Deret Homolog Bagi Alkana

Selanjutnya, terdapat suatu deret homolog bagi Alkana. Deret homolog alkana ini merupakan suatu golongan atau kelompok senyawa karbon yang memiliki rumus umum yang sama. Dikarenakan rumus umumnya yang sama, tentu saja senyawa-senyawa karbon ini memiliki sifat-sifat yang mirip antara satu dengan yang lainnya, walaupun tidak bisa dikatakan sama.

Selain itu, sifat deret homolog alkana adalah semakin panjang rantainya, maka titik didihnya juga semakin tinggi. Pada dasarnya, deret homolog alkana memiliki jumlah yang banyak. Namun, terdapat kurang lebih dua belas deret homolog alkana yang biasanya lebih dikenal oleh masyarakat luas dibandingkan dengan deret homolog alkana yang lainnya.

Kedua belas deret homolog alkana tersebut adalah metana, etana, propana, butana, pentana, heksana, heptana, oktana, nonana, dekana, undekana, dodekana, trikosa, tetrakosana, dokosana, dan tridekana.

Loading...

Artikel terkait lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *