Kisah Teladan Abdullah bin Mas’ud

Ibnu Mas’ud Ialah Pribadi Paling Dekat Dengan Rasulullah saw

Pada suatu hari, serombongan sahabat berkumpul di depan Ali. Lalu mereka berkata, “Wahai Amirul Mukminin, kami tidak melihat orang yang lebih berbudi pekerti, lebih lemah lembut dalam mengajar, begitu juga yang lebih baik pergaulannya, dan lebih shalih daripada Ibnu Mas’ud.”

Ali pun menjawab, “Saya minta tuan-tuan bersaksi kepada Allah, apakah ini betul-betul tulus dari hati tuan-tuan?”

“Benar,” jawab mereka

Ali berkata, “Ya Allah, saya mohon Engkau menjadi saksinya, saya berpendapat mengenai dirinya seperti apa yang mereka katakan itu, atau lebih baik dari itu. Sungguh, telah dibacanya Al Qur’an, maka dihalalkannya barang yang halal dan diharamkannya barang yang haram bagi seseorang yang ahli dalam soal keagamaan dan luas ilmunya tentang as sunnah.”

Suatu waktu, para sahabat dijumpai tengan membicarakan pribadi Ibnu Mas’ud, mereka berkata, “Sungguh, sementara kita terhalang, ia diberi restu. Sementara kita bepergian, ia menyaksikan tingkah laku Rasulullah saw.”

Maksud mereka adalah Ibnu Mas’ud beruntung mendapat kesempatan berdekatan dengan Rasulullah saw, sesuatu hal yang jarang didapat orang lain. ia lebih sering masuk ke rumah Rasulullah saw dan menjadi teman duduknya. Terlebih lagi, ia adalah tempat Rasulullah saw menumpahkan keluhan dan mempercayakan rahasianya, hingga ia diberi gelar peti rahasia.

Dalam hal ini, Abu Musa al Asy’ari berkata, “Sungguh, setiap saya melihat Rasulullah saw, pastilah Ibnu Mas’ud berada menyertainya.” Hal ini dikarenakan Rasulullah saw amat menyayanginya, terutama karena keshalihan, kecerdasan, serta kebesaran jiwanya.

Rasulullah saw pernah bersabda, “Seandainya saya hendak mengangkat seseorang sebagai amir tanpa musyawarah dengan kaum muslimin, tentulah yang saya angkat itu Ibnu Ummi ‘Abidin.”

Suatu hari Rasulullah saw berkata kepada Ibnu Mas’ud, “Saya izinkan kamu bebas dari tabir hijab!” perkataan ini merupakan lampu hijau bagi Ibnu Mas’ud untuk masuk rumah Rasulullah saw kapan saja, baik siang maupun malam.

Ibnu Mas’ud adalah sedikit diantara para sahabat yang diperbolehkan berkunjung ke rumah Rasulullah saw.