Inilah Sumber Vitamin B1 (Tiamin)

Sumber utama tiamin di dalam makanan adalah serealia tumbuk/setengah giling atau yang difortifikasi dengan tiamin dan hasilnya. Di Indonesia serealia yang dimakan sebagai makanan pokok adalah beras. Sumber utama tiamin lain adalah kacang-kacangan, termasuk sayur kacang-kacangan, semua daging organ, daging tanpa lemak, dan kuning telur. Unggas dan ikan juga merupakan sumber tiamin yang baik.

Tiamin di dalam serealia utuh terdapat di dalam sekam (lapisan aleuron) dan benihnya. Roti dibuat dari gandum  utuh (whole wheat) kaya akan tiamin.

Nilai tiamin berbagai bahan makanan (mg/100 gram)

[table “52” not found /]

Tiamin yang hilang selama pengolahan

Dengan cara memasak biasa, tiamin akan larut di dalam air perebus. Oleh karena itu, masaklah makanan dalam air secukupnya. Sisa air perebus jangan dibuang. Mencuci beras jangan terlalu digosok-gosok dan berulang kali. Tiamin tidak rusak oleh panas. Penambahan soda kue pada sayur akan merusak tiamin.

 

Akibat kekurangan tiamin

Kekurangan tiamin dapat terjadi karena kurangnya konsumsi, gangguan absorpsi, ketidakmampuan tubuh menggunakan tiamin, ataupun karena meningkatnya kebutuhan misalnya karena kebutuhan energi yang meningkat. Kekurangan tiamin terlihat pada masyarakat miskin yang menderita gangguan gizi, pada penyakit kronis dan anoreksia, kecanduan alkohol kronis, dan gangguan absorpsi.

Gejala klinik kekurangan tiamin terutama menyangkut sistem saraf dan jantung, yang dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering. Beri-beri basah ditandai oleh sesak napas dan edema setelah mengalami rasa lelah berkepanjangan. Tanda-tanda ini menunjukkan kegagalan jantung.

Beri-beri kering diandai oleh kelemahan otot luar biasa dan degenerasi saraf perifer yang dapat berlanjut dengan kelumpuhan kaki. Tanpa TPP, piruvat tidak dapat memasuki siklus Kreb, dan kekurangan energi otot jantung akan menyebabkan kegagalan ginjal.

Beri-beri dapat disembuhkan dengan pemberian tiamin bila kerusakan belum terlalu parah. Gejala awal adalah nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sukar ke belakang, lelah, rasa semutan, berdebar-debar dan refleks berkurang.