Ciri-ciri sel prokariotik

Prokariota

Prokariota adalah makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti sel (= karyon), sedangkan eukariota memiliki membran inti sel. Semua prokariota adalah uniseluler, kecuali myxobacteria yang sempat menjadi multiseluler di salah satu tahap siklus hidup biologinya. Kata prokaryota’’ berasal dari Yunani πρό- (pro-) “sebelum” + καρυόν (karyon) “kacang atau biji”.

Prokaryota terbagi menjadi dua domain: Bakteri dan Archaea. Archaea baru diakui sebagai domain sejak 1990. Archaea pada awalnya diperkirakan hanya hidup di kondisi yang tidak nyaman, seperti dalam suhu, pH, dan radiasi yang ekstrem, tetapi kemudian Archaea ditemukan juga di berbagai macam habitat.

Prokariota vs Eukariota

Eukariota punya inti sel yang mengandung DNA, sedangkan prokariotik tidak punya inti sel dan materi genetiknya tidak berada dalam membran. Karena terlalu besarnya perbedaan struktur dan genetik dari keduanya, pada tahun 1977 Carl Woese memecah prokariota menjadi Bakteri dan Archaea (sebelumnya Eubacteria dan Archaebacteria), dengan mengusulkan sistem tiga-domain yang terdiri dari Eukariota (atau “Eukarya”), Bacteria, dan Archaea, yang merevisi sistem dua empire.

Genom dari prokariota berada dalam suatu kompleks DNA/protein dalam sitosol, namanya nucleoid, yang tidak punya membran nukleus. Prokariota pada umumnya tidak punya kompartemen membran sel seperti mitokondria dan kloroplas sehingga fosforilasi oksidatif dan fotosintesis terjadi di sepanjang membran plasma. Tapi prokariota punya struktur internal, seperti sitoskeleton,dan khusus bakteri ordo Planctomycetes punya membran di sekitar nucleoid dan mempunyai organel membran sel.

Prokariota juga hanya mengandung satu lingkaran DNA kromosomal yang stabil, tersimpan dalam nucleoid, sedangkan DNA dalam eukariota ditemukan dalam kromosom yang tertutup rapat dan terorganisasi. Meskipun beberapa eukariota memiliki struktur DNA satelit bernama plasmid, biasanya plasmid identik dengan prokariota, dan banyak gen penting dalam prokariota tersimpan dalam plasmid.

Prokariota memiliki rasio luas permukaan terhadap isi sehingga memiliki taraf metabolik yang lebih tinggi, taraf pertumbuhan yang lebih tinggi dan otomatis durasi perkembangbiakan yang pendek dibanding Eukariota. Di samping itu, Sel prokariota biasanya lebih kecil daripada eukariota.

Kesamaannya, eukariota dan prokariota sama-sama mengandung struktur RNA/protein yang besar, dinamakan ribosom, yang memproduksi protein.

Struktur sel prokariotik

–  Dinding sel, bagian terluar sel tumbuhan yang bersifat kaku dan kuat,

–  Membran plasma yang merupakan fosfolipid bilayer mengatur transport molekul masuk keluar sel,

–  Membran internal yang terkadang berlipat : (mesosoma, pada bakteri fotosintetik berisi protein yang menangkap cahaya dan     menghasilkan ATP dan struktur mesosoma ada yang menyerupai vesikula tilakoid)

–  Sitoplasma mengandung DNA, RNA, protein dan molekul lain. Sel prokariotik hanya berisi ribosom yang ukuranya lebih kecil dibanding ribosom pada eukariotik, tidak berisi badan golgi dan mithokondria.

Ciri-ciri sel prokariotik :

–  Proses biokimia sangat kompleks dan bervariasi dari sel prokariotik satu dengan yang lainnya. Jalur metabolik utama seperti pada sel eukariotik, yaitu : glikolisis, respirasi, fotosintesis (3 proses penghasil energi)

–  Ukuran dan bentuk sel. Ukurannya jauh lebih kecil dibanding sel eukariotik yaitu 0,5 s/d 2 µm. Bentuk sel prokariotik bermacam-macam,seperti batang (basillus), bulat (coccus), spiral, spiral helix,dll.

Peranan sel prokariotik

Di alam ini adalah untuk mencerna sisa-sisa organik, sisa makanan di bumi (sebagai dekomposer, jasad pengurai), untuk mendaur ulang nutrien, unsur-unsur makanan, penyebab penyakit (pada sel, tanaman dan hewan, dan manusia)

Yang tergolong sel prokariotik adalah eubakteria : merupakan kelompok spesies yang banyak dijumpai di alam (cianobakteria, bakteri gram positif dan gram negatif,dll), dan archaebakteria : ditemukan pada lingkungan dengan kondisi ekstrim (bakteri anaerobik, halofil, metanogen)