Sebutkan 6 Fungsi Membran Sel

Pengertian membran sel yaitu fitur universal yang dipunyai oleh semua jenis sel berbentuk lapisan antarmuka yang dinamakan membran plasma. Dan memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel, terlebih untuk melindungi inti sel serta sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma. Fungsi dari membran sel ialah sebagai berikut:

Kompertemenisasi

Membran sel merupakan selaput berkelanjutan dan tidak putus yang membatasi dan menyelubungi suatu ruangan (kopertemen). Membran sel menyelubungi isi seluruh sel, selain itu ada juga membran yang membatasi nukleus dan ruang-ruang di sitoplasma. Ini kita ibaratkan sebagai ruang-ruang yang ada di dalam gedung. ruang-ruang tersubut perlu di batasi oleh partisi atau tembok. Sehingga kegiatan di masing-masing di satu ruangan dengan ruang yang lain.

Dalam sel perlu ada kompertemenisasi, hal ini dikarenakan ruang-ruang di dalam sel berisi cairan serta adanya percampuran cairan dari ruang-ruang tersebut merupakan malapetaka bagi sel tersebut.

Interaksi Antar Sel

Pada organisme bersel banyak, membran sel bertanggung jawab terhadap interksi antara sel satu dengan yang lainnya. Alat tubuh pada umumnya terdiri dari macam sel yang berbeda yang harus bekerja sama untuk melaksanakan fungsi keseluruhan.

Membran sel mempersilahkan sel agar saling mengenal lalu saling bertukar substansi dan informasi, tanpa memandang apakah sel sudah terpakai di tempat tertentu, seperti dari jaringan.

Perubahan Energi

Perubahan satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain merupakan hal yang sangat penting dalam proses hidup, dan membran sel sangat terlibat dalam proses ini. Hal yang sangat mandasar bagi semua kehidupan adalah kemampuan sel tumbuh-tumbuhan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia yang terkandung dalam karbohidrat.

Membran Sel

Sel hewan maupun tumbuh-tumbuhan juga mampu untuk mengubah energi kimia dari karbohidrat tersebut manjadi ATP atau senyawa lain berenergi tinggi. Proses pengikatan energi ini terjadi di dalam mambran dari mitokondria dan kloroplas. Energi cahaya, termal, makanikal diubah oloeh reseptor dari sistem saraf menjadi implus saraf yang merupakan cara kumunikasi dalam sistem saraf tersebut. Meskipun mekanisme pengubahan ini belum diketahui secara pasti, namun demikian membran sangat terlibat dalam proses ini.

Transfer Informasi

Membran memiliki peran untuk mentransfer informasi dari satu sel ke sel yang lain. Di dalam membran terdapat reseptor yang mampu mengkombinasi dengan mulekul tertentu dengan bentuk yang sesuai, seperti yang selalu berkombinasi dengan suatu subtrat yang sesuai. Sel yang berbeda mempunyai membran yang memiliki reseptor yang juga berbeda, sehingga bermacam-macan reseptor akan berkombinasi dengan bermacam-macam “ligand”.

Ligand adalah molekul atau ion yang dapat berkombinasi dengan reseptor yang terdapat dalam membran. Ligand yang paling banyak dipelajari adalah hormon, faktor tumbuh dan neurotrasmitter, semuanya terikat pada membran sel tampa menembusnya. Hubungan antara reseptor yang ada di membran sel dengan ligand yang terdapat di luar sel bisa menimbulkan stimulus baru yang terlibat dalam pengaturan bermacam-macam kejadian dalam sel.

Penyediaan Enzim

Banyak yang terdapat di dalam sel merupakan bagian dari membran. Contoh dapat dikemukakan di sini bahwah “Na-Kactivated ATPase yang berkaitan dengan pompa sodium dan kalium terdapat di dalam membran sel. Enzim sitokrom yang terlibat dalam pernapasan adalah bagian dari membran dari mitokondria.

Sebaliknya enzim monoamin oksidase yang menyebabkan katekolamin tidak aktif hanya terdapat di bagian luar membran mitokondria. Sejumlah protein dan glikoprotein banyak terdapat di dalam membran sel, bertindak sebagai reseptor dari hormon dan benda penolak atau terlibat dalam pengangkutan substansi ke dalam sel. Ditempatkannya enzim di dalam membran sel mempunyai beberapa tujuan. Dalam proses fosforilasi oksidatif yang terjadi pada mitokondria, transpor elektron yang paling efisien tercapai bila enzim posisinya saling berdekatan.

Bagian dalam membran menyediakan bantuan fisik dan orientasi yang diperlukan. Protein dalam membran yang bertindak sebagai tempat pengikat bagi bermacam-macam ion, asam aminon dan gula dikenal sebagai “carrier” dipandang sebagai mekanisme dalam proses dalam transpor aktif.

Sistem enzim dalam membran pada umumnya disebut adenilsiklase yang terdapat pada hampir semua jaringan mamalia kecuali sel darah merah. Aktivasi terhadap adenilsiklase membuat perubahan ATP menjadi adenosin monofosfat siklik (cAMP) di dalam sel. Meningkatnya jumlah cAMP didalam sel selanjutnya membawa pengaruh terhadap respons fisiologik dari sel, misalnya:sistem enzim menjadi aktif, terjadi perubahan permeabilitas membran terhadap substansi tertentu, terjadi sintesa atau sekresi hormon, sintesa protein.

Membran Sel Sebagai Perantara

Perantara bagi keluar masuknya zat terlarut yaitu membran sel. Kemampuan membran plasma meluluskan substansi tertentu masuk ke atau keluar dari sel, namun membatasi pergerakan substansi tertentu disebut permeabilitas selektif. Suatu membran dikatakan permeabel terhadap suatu substansi tersebut.