Karakteristik Benua Afrika Utara

Karakteristik Benua Afrika Utara: Wilayah Benua Afrika membentang di belahan bumi utara maupun selatan, mencakup daratan luas di barat daya Asia, dan pulau pulau di sekitarnya..Karakteristik Benua Afrika. Afrika adalah satu satunya benua yang dilalui garis lintang derajat atau bisa disebut sebagai khatulistiwa dan garis bujur derajat, serta garis balik utara dan selatan sekaligus. Wilayah benua ini terbagi atas lima kawasan, diantaranya Afrika Utara, Afrika Barat, Afrika Tengah, Afrika Timur, dan Afrika Selatan.

Karakteristik Benua Afrika. Afrika merupakan benua terbesar kedua setelah Benua Asia. Wilayah di bagian utara lebih lebar dibanding di bagian selatan..Karakteristik Benua Afrika. Benua Afrika memiliki ciri ciri dan karakteristik tertentu yang unik dan khas. Karakteristik benua Afrika ini meliputi berbagai aspek, misalnya seperti letak, posisi, batas wilayah, keadaan alam, luas wilayah, jumlah penduduk, sejarah, iklim dan cuaca serta kemajuan ekonomi negara negara di benua Afrika.

  1. Letak dan Luas wilayah Afrika Utara

Di kawasan Afrika Utara kebanyakan di huni oleh suku Bangsa Berber, akan tetapi para ahli masih memperdebatkan bagaimana mengelompokkan bangsa arabdan bangsa Berber di Afrika Utara. Sebagaian ingin memasukkannya kedalam ras Eropa namun masih di pertentang. Jumlah bangsa Arab sekarang sekitar 80 juta. Mereka berdiam di Mesir, Sudan, dan di sepanjang pantai Laut Tengah. Bangsa Berber menghuni daerah Barat Laut Tengah Afrika semenjak jaman prasejarah. Jumlah sekitar 20 juta. Mereka terutama tinggal di negara Aljazair dan Maroko. Bangsa Arab dan Berber merupakan kelompok etnis utama di Afrika Utara.

Sementara ada pula kelompok atau etnis lain yang berdiam di kawasan Afrika Utara antara lain bangsa-bangsa yang berasal dari Eropa. Bangsa Eropa pada waktu itu pernah melakukan kolonialisme antara lain Prancis, Jerman, dan Inggris.

Daerah Afrika Utara telah maju kebudayaannya semenjak beberapa ribu tahun sebelum Masehi , seperti Mesir (sejak sebelum 3.000 SM) yang dipimpin oleh raja-raja Firaun (Farao). Kemudian Mesir dan Afrika Utara di daerah Maghribi mendapat pengaruh dari budaya Yunani, Romawi, dan Islam; khususnya pengaruh Islam sangat kuat di Mesir, Sudan dan daerah Sahara. Orang Romawi mendirikan koloni-koloni di pantai bagian utara, sesudah Kartago jatuh (149 SM). Kemudian orang-orang Arab yang menyerbu Afrika pada abad ketujuh dan keseblas membawa ajaran dan kebudayaan Islam. Suku-suku bangsa yang beragama Islam dan terutama Eropah dalam beberapa gelombang; penyerbuan-penyerbuan ini berhenti dalam abad kelima belas.

Penduduk Afrika juga mengalami perpindahan penduduk teruatama kearah urbanisasi yang begitu cepat bersamaan meningkatnya jumlah penduduk. Walaupun demikian, perpindahan penduduk yang makin mudah ini menimbulkan jenis perkembangan yang makin seragam seperti yang terjadi dalam masalah perumahan. Adanya kota-kota penting Kairo, Iskandariyah, dll.

Penduduk terbagi menjadi dua, yaitu pedesaan dan perkotaan. Kurang lebih separuh penduduk Afrika Utara berdiam di pedesaan. Meraka memelihara ternak atau bertani, kebanyakan pekerjaan dilakukan dengan tangan. Ribuan penduduk tidak mempunyai tanah dan harus menyewa sebidang kecil tanah.

Beberapa kelompok pengembara, seperti Badui, memelihara unta, kambing dan domba di Sahara. Kebanyakan wilayah Afrika Utara pernah dihuni bangsa Badui. Dongeng-dongeng Arab pernah berisi cerita tentang pengembaraannya. Kini mereka menghuni kurang dari 10 persen wilayah tersebut. Mereka mengembara antara musim panas dan dingin sambil menggembala ternak. Kemah tempat tinggalnya di tenun dari bulu binatang.

Hasil-hasil pertanian penduduk Afrika Utara adalah kurma, singkong, ubi rambat, dll. Sementara hasil perkebunannya adalah kopi, kelapa, coklat, kampas. Dan hasil penjualan jenis tanaman ini dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti untuk membeli membeli sepeda, makanan kaleng, pakaian, minyak lampu, dan korak api. Upacara-upacara yang sering diadakan diadakan di desa meruapakan satu bagian penting dari kehidupan pedesaaan. Kegiatan ini diadakan berkenaan dengan peristiwa seperti hujan pertama dalam musim hujan, saat menanam, atau saat menuai panenan.

Kemudian penduduk wilayah bagian perkotaan, standar kehidupannya lebih tinggi daripada penduduk desa, terutama kota menjamin fasilitas pendidikan serta fasilitas pengobatan yang lebih baik daripada di pedesaan. Kota juga menawarkan upah yang lebih baik bagi tenaga ahli di bidang pemerintahan, bisnis, industri serta bidang lainnya. Namun pertambahan jumlah penduduk yang cepat mempersulit pemerintah untuk menyediakan perumahan dan transportasi yang memadai. Persediaan air dan listrik kurang mencukupi. Jumlah pengangguran bertambah besar.

Selain itu kehidupan sosial yang ada di kawasan ini adalah mengenai perkawinan dan keluarga. Anggota keluarga Afrika memiliki ikatan yang kuat. Mereka pada umumnya setia terhadap keluarga dan mempunyai mempunyai semangat bekerja sama.

Pihak keluarga membantu menyelesaikan urusan bisnis, pencarian lapangan kerja, serta berbagai masalah keluarga yang lain. Perkawinan menurut kepercayaan Afrika, perkawinan lebih tinggi dari sekedar persetujuan antara kedua orang untuk hidup bersama. Perkawinan juga menyebabkan seseorang memperoleh lebih banyak lagi anggota keluarga, entah karena pertalian darah atau karena keturunan yang dihasilkan.

Kawasan daerah Afrika Utara, di sebelah utara dibatasi oleh laut Mediteran dan Selat Gilbaltar, di selatan dibatasi Gurun Sahara dan Gunung Chad, dan di sebelah barat berbatasan langsung dengan Samudera Atlantik.

Loading...