Kebijakan Daendels Bidang Ekonomi dan Keuangan

Kebijakan Daendels Bidang Ekonomi dan Keuangan yang utama adalah Mengadakan Preanger Stelseel ,yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman eksport : Kopi. Selain itu peran penting Membentuk Dewan Pengawas Keuangan negara (Algemene Rekenkaer). . Berikutnya yang tidak kalah penting Kebijakan Daendels Bidang Ekonomi dan Keuangan adalah Pajak in natura (contingenten) dan sistem pe-nyerahan wajib (verplichte laverantie) yang diterapkan pada masa VOC tetap dilanjutkan. adalah fungsi penting berikutnya. Kebijakan Daendels Bidang Ekonomi dan Keuangan selanjutnya Mengadakan peminjaman paksa kepada orang orang yang dianggap mampu,bagi yg menolakakan dikenakan hukuman. . Kebijakan Daendels Bidang Ekonomi dan Keuangan yang mungkin manfaat tidak anda sadari Mengadakan monopoli perdagangan beras.

Sebutkan kebijakan ekonomi daendels di indonesia!

  • Membentuk Dewan Pengawas Keuangan Negara (Algemene Rekenkaer) dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras.
  • Mengeluarkan uang kertas.
  • Memperbaiki gaji pegawai.
  • Pajak in natura (contingenten ) dan sistem penyerahan wajib (Verplichte Leverantie) yang diterapkan pada zaman VOC tetap dilanjutkan, bahkan ditingkatkan.
  • Mengadakan monopoli perdagangan beras.
  • Mengadakan Prianger Stelsel , yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspoer (seperti kopi).

Bidang Birokrasi Pemerintahan

  • Dewan Hindia Belanda sebagai dewan legislatif pendamping gubernur jenderal dibubarkan dan diganti dengan Dewan Penasihat. Salah seorang penasihatnya yang cakap ialah Mr. Muntinghe.
  • Pulau Jawa dibagi menjadi 9 prefektuur¬†dan 31 kabupaten. Setiap¬†prefektuurdikepalai oleh seorang residen (prefek) yang langsung di bawah pemerintahan Wali Negara. Setiap residen membawahi beberapa bupati.
  • Para bupati dijadikan pegawai pemerintah Belanda dan diberi pangkat sesuai dengan ketentuan kepegawaian pemerintah Belanda. Mereka mendapat penghasilan dari tanah dan tenaga sesuai dengan hukum adat.

Bidang Militer dan Pertahanan

  1. Membangun jalan antara Anyer-Panarukan.
  2. Menambah jumlah angkatan perang dari 3000 orang menjadi 20.000 orang.
  3. Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang
  4. Membangun pangkalan angkatan laut di UjungPandang dan Surabaya.
  5. Membangun benteng-benteng pertahanan.
  6. Meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Bidang Sosial

1. Rakyat dipaksa melakukan kerja paksa (rodi) untuk membangun jalan Anyer-Panarukan.
2. Perbudakkan dibiarkan berkembang.
3. Menghapus upacara penghormatan kepada residen, sunan, atau sultan.
4. Membuat jaringan pos distrik dengan menggunakan kuda pos.