5 Fungsi Jaringan epidermis tumbuhan

Dikutip dari situs Wikipedia, Pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi, epidermis adalah lapisan jaringan, biasanya setebal satu lapis sel saja, yang menutupi permukaan organ, seperti daun, batang, akar, dan bunga. Epidermis biasanya tipis, tidak memiliki klorofil, dan pada permukaan yang menghadap ke luar terlapisi oleh kutin yang menghasilkan kutikula atau lapisan malam (wax).

Daun tumbuhan merupakan organ yang paling banyak dipelajari epidermisnya. Sebagian sel-sel epidermis dapat berbentuk khusus dan memiliki keistimewaan fisiologi, terutama bila memiliki fungsi tertentu. Sel-sel penjaga stomata berbentuk ginjal atau halter, tergantung dari spesies. Sel-sel ini dapat mengerut dan membesar, tergantung bagaimana aliran udara dan uap air diatur oleh tubuh daun. Pergerakan ini akan membuka atau menutup lubang stoma. Sebagian sel-sel epidermis juga dapat membentuk trikomata, yang biasa disebut awam sebagai “rambut” atau “bulu” pada tumbuhan. Jika terdapat di daun orang menyebutnya sebagai rambut daun dan jika terdapat di batang disebut rambut batang. Trikomata juga dapat mengeras menjadi duri.

Epidermis batang, terutama terlihat jelas pada pohon yang berkayu pokok, berfungsi maksimal pada waktu batang masih muda. Seiring dengan perkembangan organ, fungsi epidermis sebagai pelindung tergantikan oleh lapisan periderm yang membentuk pepagan (kulit kayu). Periderm tumbuh dari lapisan korteks di dalam/bawah epidermis dan dibentuk oleh kambium gabus. Periderm membentuk struktur kaya lignin atau suberin yang melindungi batang lebih jauh lagi daripada epidermis. Epidermis perlahan-lahan akan mati.

DI bawah ini adalah beberapa fungsi jaringan epidemis pada tumbuhan

Sebagai Pelindung Semua Organ Tumbuhan

Fungsi jaringan epidermis yang paling utama adalah sebagai jaringan pelindung semua organ tumbuhan, mulai dari batang, daun, akar, atau buah dari segala kondisi dan pengaruh lingkungan luar. Sel-sel yang tersusun dengan deretan yang rapi pada jaringan epidermis memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan terlindungi dari perubahan suhu udara, kelembaban, infeksi patogen secara langsung, dan sebagainya. Oleh karena itu, jaringan epidermis umumnya memiliki ciri teksturnya lebih keras dibandingkan jaringan lainnya, dilengkapi sel kipas, bulu akar, dan spina (duri).

Membatasi Penguapan pada Tumbuhan

Adalah sebagai jaringan pengatur proses transpirasi atau penguapan air dari tumbuhan. Fungsi ini dilakukan oleh stomata yang menjadi salah satu bagiian dari jaringan epidermis selain trikomata. Saat suhu udara tinggi, stomata pada jaringan epidermis akan menutup dengan rapat agar laju transpirasi tanaman dapat dibatasi, sedangkan saat suhu udara rendah, stomata akan membuka dengan sangat lebar agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak membeku di dalam jaringan tumbuhan. Kadangkali stomata juga menjadi jalan sekresi air dari dalam tumbuhan melalui proses gutasi.

Penyimpanan Cadangan Air

Sel-sel pada jaringan epidermis memiliki protoplasma yang pipih dan besar. Hal ini menjadikan ia sebagai salah satu tempat penyimpanan cadangan air bagi tumbuhan. saat musim kemarau tiba dan kadar air tanah sudah tidak mencukupi, air-air yang tersimpan di dalam protoplasma jaringan epidermis akan diambil dan diangkut ke daun untuk diproses melalui fotosintesis.

Penyerapan Zat Air Dan Unsur Hara

Jaringan epidermis yang terletak di akar juga berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Fungsi jaringan epidermis yang satu ini dilakukan terutama oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

Difusi Oksigen dan Karbondioksida

Adalah sebagai tempaat proses difusi oksiigen dan karbondioksida saat tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasil fotosintesis. Fungsi ini umumnya hanya terjadi di daun dengan stomata sebagai organ pelaksananya. Dewasa ini, stomata pada daun yang bisa melakukan difusi sering dimanfaatkan petani guna mengaplikasikan pupuk daun pada tanaman mereka. Unsur haara yang diberikan melalui daun akan terserap sempurna melalui difusi yang diilakukan oleh stomata ini.