Pola makan sesuai sunnah Rasulullah SAW

Setiap orang harus menjaga pola keseimbangan dalam semua segi kehidupannya. Karena keseimbangan merupakan nilai penting dalam syariat islam. Setiap umat manusia tidak boleh berlebihan atau terlalu menahan diri. Islam selalu memperhatikan kepentingan manusia dan menetapkan berbagai aturan agar manusia bersikap adil dan seimbang, termasuk dalam urusan makan.

Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang anak Adam mengisi wadah yang paling buruk selain perutnya. Cukuplah bagi anak Adam memakan sesuatu yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga sisanya untuk napas.”

Hadist diatas merupakan dasar yang menghimpun semua ajaran islam tentang kesehatan dan kedokteran. Diriwayatkan bahwa Ibn Maswaih al Thabib, ketika membaca hadist “sepertiga” itu dalam kitab karya Abi Khaitsamah berkata, “Seandainya manusia mengamalkan hadist ini, niscaya mereka tidak akan mudah terserang penyakit. Andai saja mereka mengamalkan hadist ini, niscaya toko-toko dan apotik akan bangkrut. Sesunguhnya segala pokok penyakit adalah perut atau pencernaan.”

Al Harits ibn Kildah, seorang dokter asal Arab, mengatakan, “Pencegahan adalah induk segala obat, sementara perut adalah induk segala penyakit.” Ia juga mengatakan, “Yang membunuh manusia dan yang membunuh hewan buas di padang Sahara adalah masuknya makanan sebelum makanan sebelumnya tuntas dicerna.”

Ia juga menyebutkan sebab turunnya hadist tersebut diatas. Abu al Qasim al Baghawi meriwayatkan dalam Majma’ nya bahwa Abdurrahman ibn al-Marqa’ berkata, “Ketika Rasulullah menang dalam perang Khaibar, kota yang subur ditumbuhi berbagai macam buah, orang-orang memanen buah-buahan itu, tetapi mereka berhenti karena diserang demam.

Mereka mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw dan beliau bersabda, ‘Sesungguhnya demam merupakan utusan kematian dan penjara Allah di muka bumi, percikan neraka. Jika kalian demam, ambillah satu wadah air kemudian siramkanlah kepada tubuh kalian antara dua shalat.” Yaitu antara shalat maghrib dan isya. Ia berkata, “ Kemudian mereka mengerjakan anjuran Rasulullah saw itu sehingga mereka tak lagi merasakan demam. Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah Allah menciptakan sebuah wadah yang lebih buruk ketika diisi penuh kecuali perut. Jika harus diisi maka jadikanlah sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk minuman, dan sepertiganya untuk nafas.”

Loading...