Pengertian Tanah Longsor, Penyebab, dan Akibat dan Cara Penanggulangan Tanah Longsor

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

Penyebab longsor

Curah Hujan Tinggi

Pada saat musim panas otomatis kondisi tanah di sekitar kita akan menjadi kering. Dari tanah kering ini akan membentuk pori-pori tanah dan selanjutnya menjadi sebuat retakan. Dan transisi dari musim panas ke musim hujan akan membuat tanah kering tersebut tidak dapat beradaptasi. Retakan-retakan dalam tanah kering tersebut akan terisi oleh air hujan yang turun yang menyebabkan terjadinya pergeseran tanah sehingga membuat terjadinya erosi tanah.

Erosi

Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam

Penggundulan Hutan

Fungsi hutan bukan hanya sebagai penghasil oksigen terbesar saja. Karena pohon-pohon yang berada di lereng ataupun perbukitan mempunyai akar yang berfungsi sebagai tempat menyimpan air sehingga dapat memperkuat struktur tanah. Jika hutan-hutan tersebut digunduli dengan banyak cara, maka otomatis tidak ada yang dapat menjaga kekuatan struktur tanah tersebut dan mengakibatkan tanah longsor.

Gempa bumi

Gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut

Akibat longsor

Dengan terjadinya longsor maka akan menyebabkan beberapa hal berikut ini, yaitu:

Menimbulkan banyak korban jiwa

Tanah longsor ini seringkali menimbulkan korban jiwa karena pada umumnya atau bisasanya tanah longsir ini terjadi ketika hujan yang turun sangat deras. Ketika hujan turun dengan derasnya pastilah orang- orang akan berkumpul di dalam rumah untuk dapat menghindari turunya hujan.

Tanah longsor ini juga merupakan bencana alam yang turunnya selalu dengan cara yang tiba- tiba. Karena datanganya yang tiba- tiba inilah masyarakat yang ada di dalam rumah akan kesulitan dan tidak sempat untuk menyelamatkan diri. Orang- orang akan tertimpa reruntuhan rumah atau bahkan akan tertimbun oleh tanah atau bebatuan yang berada di sekitarnya.

Terjadinya kerusakan infrastuktur

kibat tanah longsor akan kita dapatkan kerusakan berbagai infrastuktur bangunan di sekitar lokasi bencana alam. Pada umumnya infrastuktur yang paling banyak terjadi kerusakan adalah pemukiman atau rumah- rumah penduduk, sarana pendidikan, sarana kesehatan dan juga tempat untuk melakukan aktivitas ibadah. Kerusakan infrastuktur yang ditimbulkan karena bencana tanah longsor ini bisa dikatakan sangat besar dan hal ini tentu saja akan mempunyai nilai materi yang sangat besar.

Upaya Penanggulangan longsor

  1. Menghindari pembangunan pemukiman di daerah dibawah lereng yang rawan berjalan tanah longsor.
  2. Mengurangi tingkat keterjangan lereng dgn pengolahan lahan terasering di kawasan lereng
  3. Menjaga drainese lereng yang baik utk menghindarkan air mengalir dari dalam lereng ke luar lereng
  4. Pengerjaan bangunan penahan biar tidak terjadi pergerakan tanah penyebab longsor
  5. Penanaman pohon yang mempunyai perakaran yang dalam dan jarak tanam yang tidak terlalu rapat diantaranya di seling-selingi tanaman pendek yang bisa menjaga drainase air.
  6. Relokasi daerah rawan longsor, meski butuh dana gede ini merupakan upaya mutlak yang harus dilakukan pemerintah waktu ancaman bencana dapat merenggut nyawa dan kerugian yang akbar.
  7. Warning system atau tehnologi peringatan bencana longsor dgn menciptkan alat-alat pendeteksi pergerakan tanah yang berisiko mampu longsor di daerah-dareh longsor. Peringatan sebelum longsor sanggup dilakukan kepada warga utk melakukan perbuatan mitigasi bencana.